IDENTITAS
Nama Guru : Resti Regita Cahyani, S.Pd.
Mapel : Matematika
Hari / Tanggal : Selasa / 8 September 2026
Fase / Kelas : A / 2 Zaid Bin Tsabit
Pertemuan : 13
Soal Cerita Penjumlahan
Menentukan Kalimat Matematika dan Menghitung
Capaian Pembelajaran (CP)
Tujuan Pembelajaran
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengamati contoh soal cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
- Peserta didik menemukan kata kunci penjumlahan (misalnya: ditambah, diberi, semua, seluruhnya, lalu).
- Peserta didik menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal cerita.
- Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika (model matematika).
- Peserta didik menghitung hasil penjumlahan menggunakan cara bersusun.
- Peserta didik menuliskan kesimpulan jawaban dengan kalimat yang lengkap.
Model & Metode Pembelajaran
Metode: tanya jawab, demonstrasi, dan permainan edukatif (games based learning).
Pendekatan: Contextual Teaching and Learning (CTL) dipadukan dengan pembelajaran mendalam (deep learning) yang memuat unsur mindful, meaningful, dan joyful.
Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
Sebelum belajar berhitung, ayo kita renungkan dulu bersama Bunda/Ayah Guru, ya, Nak.
Al-Khaliq — Yang Maha Pencipta
Allah menciptakan segala sesuatu di alam ini dengan jumlah yang bisa kita hitung: jari tangan, kelopak bunga, biji buah. Setiap kali kita menjumlahkan benda, sebenarnya kita sedang mengagumi ciptaan Allah yang tertata rapi.Ar-Razzaq — Yang Maha Memberi Rezeki
Uang jajan, kue yang dijual ibu, buah dari kebun — semua itu rezeki dari Allah. Saat kita menjumlahkan rezeki yang kita terima, itu adalah cara kita bersyukur atas nikmat-Nya.Al-Malik — Yang Maha Merajai
Allah mengatur segala sesuatu di alam semesta dengan sangat teliti dan adil, tidak ada satu pun yang terlewat hitungannya. Saat kita menghitung dengan teliti, kita sedang meniru sikap teliti dan jujur.Anak-anak, coba ingat-ingat: rezeki apa saja yang Allah berikan kepadamu hari ini? Jika kamu diminta menghitung dan menjumlahkan semua nikmat itu, menurutmu akan sampai berapa banyak? Mengapa kita perlu pandai menjumlahkan untuk mensyukuri rezeki dari Allah Ar-Razzaq?
Yuk, Ingat Lagi! (Materi Sebelumnya)
Sebelum masuk materi baru, jawablah Benar atau Salah tentang pengurangan cara bersusun panjang yang sudah kita pelajari.
| No | Pernyataan |
|---|---|
| 1 | Pengurangan bersusun panjang dimulai dengan menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan. |
| 2 | 45 − 23 secara bersusun panjang: 45 = 40 + 5 dan 23 = 20 + 3, sehingga 40 − 20 = 20 dan 5 − 3 = 2, hasilnya 22. |
| 3 | Pada cara bersusun panjang, kita boleh langsung mengurangkan tanpa menguraikan bilangan. |
| 4 | Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil dari angka pengurangnya, kita perlu meminjam dari puluhan. |
| 5 | Hasil dari 68 − 34 secara bersusun panjang adalah 24. |
Video Pembelajaran
Sebelum membaca penjelasannya, tonton dulu video singkat berikut ini, ya!
Penjelasan Materi
Soal cerita penjumlahan adalah soal yang diceritakan dengan kalimat, bukan langsung berupa angka. Tugas kita adalah mengubah cerita itu menjadi kalimat matematika, baru kemudian menghitungnya.
Budi mempunyai 15 kelereng. Ayah memberinya 12 kelereng lagi. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?
Ditanya: jumlah kelereng sekarang
Kalimat matematika: 15 + 12 = ...
Cara bersusun: 15
12 +
27
Kesimpulan: Jadi, jumlah kelereng Budi sekarang adalah 27 kelereng.
Ibu membeli 24 jeruk. Kemudian ibu membeli lagi 18 jeruk di pasar. Berapa jeruk ibu seluruhnya?
Cara bersusun: 24 + 18 = 42
Kesimpulan: Jadi, jeruk ibu seluruhnya ada 42 buah.
Mindful, Meaningful, Joyful dalam Pembelajaran Ini
Ayo Berlatih! (Isian Singkat)
Bacalah setiap soal cerita dengan teliti, lalu tuliskan kalimat matematikanya dan jawabannya pada titik-titik yang tersedia.
Kesimpulan
Soal cerita penjumlahan dapat diselesaikan dengan membaca cerita secara teliti, menemukan kata kunci, mengubahnya menjadi kalimat matematika, lalu menghitungnya dengan cara bersusun. Lebih dari itu, berhitung juga mengajarkan kita untuk mensyukuri rezeki yang Allah Ar-Razzaq berikan, mengagumi ciptaan Allah Al-Khaliq yang tertata rapi, dan meneladani ketelitian Allah Al-Malik dalam mengatur segala sesuatu.
