Kamis, 13 Agustus 2026

KELAS 2 MATERI BAHASA INDONESIA, JUM'AT 14 AGUSTUS 2026

Menceritakan Kembali Cerita — Bahasa Indonesia Kelas 2
📖 Jurnal Belajar Kelas 2

Menceritakan Kembali Cerita yang Telah Dibaca

Nama GuruResti Regita Cahyani
Hari / TanggalJum'at, 14 Agustus 2026
Fase / KelasA / 2
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Pertemuan Ke-8
MateriMenelaah & Menceritakan Kembali Cerita
1

🌤️ Apersepsi — Mengingat Kebesaran Allah

Sebelum belajar, yuk kita ingat bahwa Allah punya banyak sifat yang luar biasa. Tiga di antaranya berkaitan dengan pelajaran kita hari ini.

🌱 Allah Maha Mencipta (Al-Khaliq)
"...Yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya..."
QS. As-Sajdah ayat 7
🛡️ Allah Maha Memelihara (Al-Hafiz)
"...dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam dan tempat penyimpanannya..."
QS. Hud ayat 6
🍎 Allah Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzaq)
"Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi Rezeki yang memiliki kekuatan lagi sangat kokoh."
QS. Az-Zariyat ayat 58
Kaitannya dengan pelajaran hari ini: Allah menciptakan kita masing-masing dengan cerita hidup yang berbeda-beda, lengkap dengan perasaan senang, sedih, marah, dan takut. Allah juga menjaga dan memelihara kita setiap hari. Salah satu rezeki yang Allah berikan adalah kemampuan berbahasa — kemampuan mendengar, mengingat, dan menceritakan kembali sebuah cerita. Dengan pandai menceritakan kembali, kita bisa berbagi pelajaran hidup dan belajar berempati pada perasaan orang lain. Itu semua adalah nikmat yang patut kita syukuri.
2

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Murid memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; serta memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

3

🧭 Tujuan Pembelajaran (TP)

Pemahaman TeksMemahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (percakapan) yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
Berkesadaran (Mindful Learning)Menelaah tokoh dan jenis perasaan yang dialami tokoh dalam sebuah cerita yang dibacakan.
Bermakna (Meaningful Learning)Dengan menelaah tokoh dan perasaannya, murid lebih memahami isi cerita dan belajar berempati terhadap perasaan orang lain.
4

🪜 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Murid dapat:

  • 1 Mengenal dan memahami makna berbagai perasaan.
  • 2 Mengidentifikasi dan menelaah ekspresi wajah perasaan dalam sebuah karya sastra.
  • 3 Memahami penggunaan huruf kapital pada suatu kalimat.
  • 4 Memahami fungsi tanda baca titik pada kalimat.
  • 5 Menuliskan kalimat pujian, pemberitahuan, dan petunjuk.
  • 6 Menuliskan kalimat ajakan, tolong, penolakan, dan permintaan maaf.
  • 7 Menelaah tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita.
  • 8 Menceritakan kembali cerita yang telah dibaca. HARI INI
5

🎭 Model / Metode Pembelajaran

Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) dipadukan dengan Bermain Peran (Role Play). Murid menyimak percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar, lalu memerankannya bersama teman.

6

📚 Penjabaran Materi

a. Video Pembelajaran

b. Apa itu "Menceritakan Kembali"?

Menceritakan kembali artinya menyampaikan ulang sebuah cerita yang sudah kita dengar atau baca, menggunakan kata-kata kita sendiri. Kita tidak perlu menghafal kata demi kata — cukup ingat bagian-bagian pentingnya saja.

Perasaan Tokoh dalam Cerita

😊Senang
😢Sedih
😠Marah
😨Takut

Langkah Menceritakan Kembali

  • 👂
    Dengarkan atau baca cerita dengan penuh perhatian dari awal sampai akhir.
  • 🧑‍🤝‍🧑
    Ingat siapa saja tokoh dalam cerita dan perasaan yang mereka rasakan.
  • 🔢
    Ingat urutan cerita: apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir.
  • 🗣️
    Ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri, secara urut dan jelas.

✨ Cerita Hari Ini: "Momo yang Pemberani"

Suatu pagi, Momo si kucing kecil merasa takut karena harus menyeberangi sungai kecil untuk mencari makan. Setelah menarik napas dan memberanikan diri, Momo berhasil menyeberang. Di seberang sungai, Momo menemukan 4 ekor ikan. Momo merasa senang sekali. Ia lalu memberikan 1 ekor ikan kepada temannya, si burung Kiki, yang sedang lapar. Momo pun pulang dengan hati gembira karena sudah berbagi.

c. Asesmen Formatif — Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan cerita "Momo yang Pemberani" di atas.

MUDAH

1. Siapa nama tokoh utama dalam cerita di atas?

  • A. Kiki
  • B. Momo
  • C. Rara
  • D. Dodo
Lihat Kunci Jawaban
Jawaban: B. Momo
MUDAH

2. Bagaimana perasaan Momo sebelum menyeberangi sungai?

  • A. Senang
  • B. Marah
  • C. Takut
  • D. Bosan
Lihat Kunci Jawaban
Jawaban: C. Takut
SEDANG

3. Berapa ekor ikan yang ditemukan Momo di seberang sungai?

  • A. 2 ekor
  • B. 3 ekor
  • C. 4 ekor
  • D. 5 ekor
Lihat Kunci Jawaban
Jawaban: C. 4 ekor
SEDANG

4. Urutan cerita yang benar adalah...

  • A. Momo senang → Momo takut → Momo menyeberang
  • B. Momo takut → Momo menyeberang → Momo menemukan ikan
  • C. Momo menemukan ikan → Momo takut → Momo menyeberang
  • D. Momo pulang → Momo takut → Momo menyeberang
Lihat Kunci Jawaban
Jawaban: B
SULIT

5. Momo menemukan 4 ekor ikan, lalu memberikan 1 ekor kepada Kiki. Berapa sisa ikan Momo sekarang?

  • A. 1 ekor
  • B. 2 ekor
  • C. 3 ekor
  • D. 4 ekor
Lihat Kunci Jawaban
Jawaban: C. 3 ekor (4 − 1 = 3)
7

🌈 Kesimpulan / Refleksi

Hari ini kita belajar bahwa menceritakan kembali berarti menyampaikan ulang sebuah cerita dengan kata-kata sendiri, secara urut dari awal, tengah, hingga akhir, sambil mengingat siapa tokohnya dan bagaimana perasaannya. Kemampuan ini membantu kita berbagi cerita dengan orang lain dan belajar memahami perasaan sesama, sebagai wujud syukur atas nikmat berbahasa yang Allah berikan.

🤔 Coba ceritakan ulang kisah "Momo yang Pemberani" kepada Ayah atau Bunda di rumah, ya!
💛 Perasaan apa yang paling sering kamu rasakan hari ini? Mengapa?
Selamat belajar, anak-anak hebat! 🌟
Kelas 2 — Fase A · Bahasa Indonesia · Pertemuan ke-8
Disusun oleh Resti Regita Cahyani

Rabu, 12 Agustus 2026

KELAS 2 MATERI BAHASA INDONESIA, KAMIS 13 AGUSTUS 2026

Menelaah Tokoh dan Jenis Perasaan dalam Cerita
📖✨

Menelaah Tokoh & Jenis Perasaan
dalam Sebuah Cerita

🌸
👩‍🏫 Nama Guru
Resti Regita Cahyani
📅 Hari / Tanggal
Kamis, 13 Agustus 2026
📘 Fase / Kelas
A / 1 (Kelas 1)
📚 Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
🎯 Materi
Menelaah Tokoh dan Jenis Perasaan dalam Sebuah Cerita
🔢 Pertemuan Ke
7
🌙 Pembuka & Apersepsi
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
— QS. Yusuf : 111 —
✨ Kaitannya dengan pembelajaran hari ini:
Ayat ini mengajarkan bahwa dalam kisah-kisah (cerita) terdapat banyak pelajaran bagi kita. Saat kita menyimak sebuah cerita, kita tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Hari ini kita akan belajar menelaah tokoh dan jenis perasaan yang mereka alami, agar kita bisa lebih memahami cerita dan belajar berempati terhadap perasaan orang lain. 🤗
🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)
  • Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
  • Menelaah tokoh dan jenis perasaan yang dialami tokoh dalam sebuah cerita yang dibacakan. (Mindful Learning / Berkesadaran)

🌱 Dengan menelaah tokoh dan perasaannya, kalian akan lebih memahami isi cerita dan dapat belajar berempati terhadap perasaan orang lain. (Meaningful Learning / Bermakna)

📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Murid dapat:

  1. Mengenal dan memahami makna berbagai perasaan.
  2. Mengidentifikasi dan menelaah ekspresi jenis wajah perasaan dalam sebuah karya sastra.
  3. Memahami penggunaan huruf kapital pada suatu kalimat.
  4. Memahami fungsi tanda baca titik pada kalimat.
  5. Menuliskan kalimat pujian, pemberitahuan, dan petunjuk.
  6. Menuliskan kalimat ajakan, tolong, penolakan, dan permintaan maaf.
  7. Menelaah tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita. ⬅️ (Hari ini!)
  8. Menceritakan kembali cerita yang telah dibaca.
🎭 Model / Metode

Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning) dan Bermain Peran (Role Play) dengan menyimak dan memerankan percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

📖 Penjabaran Materi Pertemuan 7

🎬 Video Pembelajaran

Simak video tentang tokoh dan perasaan dalam cerita, lalu diskusikan bersama teman!

🧸 Apa itu Tokoh?

Tokoh adalah orang, hewan, atau benda yang muncul dan berperan dalam sebuah cerita. Tokoh bisa kita kenali dari nama, sifat, dan apa yang mereka lakukan di dalam cerita.

📌 Contoh

Dalam cerita "Kancil dan Buaya", tokohnya adalah Kancil dan Buaya. Kancil cerdik dan Buaya yang mudah tertipu.

❤️‍🩹 Apa itu Jenis Perasaan?

Perasaan adalah apa yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita. Perasaan bisa terlihat dari kata-kata, tindakan, atau ekspresi wajah tokoh.

😊Senang
😢Sedih
😡Marah
😨Takut
😞Kecewa
🤩Bahagia
😰Cemas
😲Kaget
📌 Contoh

🌻 "Rina tersenyum lebar saat melihat ibunya datang menjemput." → Rina merasa senang / bahagia.

🌧️ "Andi menunduk dan menangis pelan." → Andi merasa sedih.

🔍 Cara Menelaah Tokoh & Perasaan

  • 👂 Perhatikan dialog — apa yang dikatakan tokoh?
  • 👀 Perhatikan aksi — apa yang dilakukan tokoh?
  • 🗣️ Perhatikan nada bicara — bagaimana tokoh berbicara?
  • 😊 Perhatikan ekspresi — bagaimana raut wajah tokoh?

💡 Ingat!

Setiap tokoh dalam cerita memiliki perasaan yang berbeda-beda. Dengan memahami perasaan tokoh, kita bisa lebih menghargai cerita dan belajar berempati pada orang lain di kehidupan nyata. 🌈

📝 Asesmen Formatif Pilihan Ganda · Isian · Esai

PG Pilihan Ganda 5 soal
1. Tokoh dalam cerita "Kancil dan Buaya" adalah …
a. Kancil dan Buaya b. Kancil dan Kura-kura c. Buaya dan Kura-kura d. Kancil dan Rusa
Jawaban: a. Kancil dan Buaya
2. Perasaan yang dirasakan ketika melihat teman berhasil adalah …
a. Iri b. Senang c. Marah d. Takut
Jawaban: b. Senang
3. "Andi menangis tersedu-sedu." Perasaan Andi adalah …
a. Senang b. Sedih c. Marah d. Takut
Jawaban: b. Sedih
4. Tokoh utama dalam cerita biasanya adalah …
a. Tokoh yang paling jahat b. Tokoh yang paling sering muncul c. Tokoh yang paling tua d. Tokoh yang paling kaya
Jawaban: b. Tokoh yang paling sering muncul
5. "Wajah Rina berseri-seri." Perasaan Rina adalah …
a. Sedih b. Marah c. Bahagia d. Takut
Jawaban: c. Bahagia
✏️ Isian 3 soal
1. Tokoh adalah __________ dalam sebuah cerita.
Jawaban: orang / karakter / pelaku
2. Perasaan yang muncul ketika seseorang tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah __________.
Jawaban: kecewa
3. Ekspresi wajah yang menunjukkan perasaan takut adalah __________.
Jawaban: mata membelalak / mulut terbuka / wajah tegang (jawaban bervariasi)
📝 Esai 2 soal
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tokoh dalam cerita! Berikan contohnya!
Jawaban: Tokoh adalah orang, hewan, atau benda yang berperan dalam sebuah cerita. Contoh: dalam cerita "Kancil dan Buaya", tokohnya adalah Kancil dan Buaya.
2. Ceritakan pengalamanmu saat merasakan perasaan senang! Apa yang membuatmu merasa senang?
Jawaban (contoh): Saya merasa senang saat mendapat hadiah ulang tahun dari orang tua. Saya juga senang saat bermain bersama teman-teman di taman. Hal-hal kecil seperti dipuji atau diberi kejutan juga membuat saya senang. 😊

✨ Klik tombol "Lihat Jawaban" untuk mengecek jawabanmu!

💭 Kesimpulan & Refleksi

📌 Kesimpulan Materi Hari Ini

  • Tokoh adalah pelaku dalam cerita (bisa manusia, hewan, atau benda).
  • Jenis perasaan adalah apa yang dirasakan tokoh, seperti senang, sedih, marah, takut, dan lainnya.
  • Kita bisa menelaah tokoh dan perasaannya dengan memperhatikan dialog, aksi, nada bicara, dan ekspresi.
  • Dengan memahami perasaan tokoh, kita belajar berempati dan lebih memahami isi cerita.

⚠️ Kendala Pembelajaran Hari Ini

  • Beberapa murid masih perlu bimbingan dalam membedakan jenis perasaan yang mirip, seperti kecewa dan sedih.
  • Masih ada yang kesulitan mengekspresikan perasaan tokoh melalui ekspresi wajah saat bermain peran.
  • Perlu pengulangan dan contoh-contoh yang lebih dekat dengan keseharian murid.

✅ Capaian Tujuan Pembelajaran Hari Ini

  • Murid mampu mengenal dan memahami makna berbagai perasaan dalam cerita.
  • Murid mampu mengidentifikasi tokoh dan jenis perasaan yang dialami tokoh dalam cerita yang dibacakan.
  • Murid mulai menunjukkan empati terhadap perasaan tokoh dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.

🌟 Pesan Guru

Setiap cerita memiliki banyak pelajaran. Dengan memahami tokoh dan perasaannya, kita tidak hanya pintar membaca, tetapi juga pintar merasakan. Teruslah belajar dengan gembira dan jadilah anak yang berempati! 💖

— Resti Regita Cahyani
Guru Kelas 2
🌿 Belajar Bersama, Tumbuh Bersama 🌿
Materi Bahasa Indonesia · Kelas 2 · Pertemuan 7

Selasa, 11 Agustus 2026

KELAS 2 PERLOMBAAN HUT RI, RABU 12 AGUSTUS 2026

Hari/ Tanggal     : Rabu / 12 Agustus 2026

Kelas                  : Kelas 2 Zaid Bin Tsabit


KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

Semarak Lomba
HUT RI Ke-81

Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩

🎈 🎉 🚩 🎉 🎈

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 2 Zaid bin Tsabit! Hari ini kita akan merayakan semarak Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 dengan lomba-lomba yang seru. Yuk, kita awali dengan mengingat firman Allah SWT.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."

— QS. Al-Ma'idah: 2

Ayat ini mengajarkan kita bahwa dalam kebaikan, kita harus saling bekerja sama dan tolong-menolong. Hari ini, Bapak dan Ibu guru kelas 2 juga ikut merayakan kemerdekaan dengan mengadakan lomba beregu. Ini menjadi contoh nyata bagi kita semua bahwa kerja sama dan kekompakan bisa dilakukan oleh siapa saja, baik siswa maupun guru, untuk meraih kemenangan bersama.

Anak-anak, tahukah kalian mengapa setiap tanggal 17 Agustus selalu diadakan lomba-lomba seru seperti ini, bahkan Bapak dan Ibu guru pun ikut berlomba? Lomba bukan sekadar bersenang-senang, tapi punya makna yang dalam, lho!

  • 🔥 Semangat berkorban — sama seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa, dalam lomba kita belajar berusaha keras, sabar, dan tidak menyerah.
  • 🤝 Kerja sama — kemerdekaan diraih bukan oleh satu orang saja, melainkan oleh seluruh rakyat Indonesia yang bersatu padu. Begitu pula dalam lomba beregu, kemenangan diraih bersama-sama.
  • ❤️ Cinta tanah air — dengan mengikuti dan mendukung lomba kemerdekaan dengan gembira, kita menunjukkan rasa syukur dan cinta kepada Indonesia.
🔤

1. Estafet Mengeja Kata

  1. Setiap regu diberikan sebuah kata tertentu, misalnya "HELIKOPTER".
  2. Setiap anggota regu mengeja kata tersebut satu per satu secara bergantian (satu orang = satu huruf).
  3. Jika ada anggota yang salah mengeja, maka regu tersebut gagal menyelesaikan tantangan pada kata itu.
  4. Pemenang ditentukan dari regu yang berhasil menjawab paling banyak kata dengan benar.
🐉

2. Ular Naga

  1. Seluruh peserta berbaris berbanjar sambil berpegangan pada pundak atau baju teman di depannya, membentuk barisan panjang seperti seekor "ular".
  2. Pemain paling belakang memegang balon yang harus dilindungi dari serangan regu lain.
  3. Pemain paling depan bertugas memecahkan balon milik regu lain.
  4. Setiap regu harus bergerak menyerang atau menghindar untuk melindungi balon milik regunya sendiri.
  5. Apabila balon berhasil direbut atau dipecahkan regu lain, maka regu tersebut dinyatakan gugur.
  6. Pemenang ditentukan dari regu yang bertahan sampai akhir, atau yang berhasil memecahkan balon regu lain paling banyak.
Poster Pembagian Kelompok Lomba Guru HUT RI ke-81 SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
🧠

Ketelitian & berpikir cepat

🤝

Kerja sama & kekompakan tim

🛡️

Strategi menyerang & bertahan

🏅

Sportivitas & semangat berkorban

Anak-anak hebat, mari kita ikuti dan dukung lomba hari ini dengan semangat sportif dan rasa cinta kepada tanah air Indonesia. Bapak dan Ibu guru pun mencontohkan kepada kita bahwa kerja sama dan semangat berkorban itu penting untuk meraih kemenangan bersama.

SEMANGAT 17 AGUSTUS!
MERDEKA BERKARYA,
GURU HEBAT, INDONESIA KUAT!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 🇮🇩

KELAS 2 PERLOMBAAN HUT RI KE 81, SELASA 11 AGUSTUS 2026

Hari/ Tanggal     : Selasa / 11 Agustus 2026

Kelas                  : Kelas 2 Zaid Bin Tsabit




KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

Semarak Lomba
HUT RI Ke-81

Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩

🎈 🎉 🚩 🎉 🎈

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋

Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 2 Zaid bin Tsabit! Hari ini adalah hari yang spesial karena kita akan merayakan semarak Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 dengan berbagai lomba seru. Yuk, kita awali kegiatan hari ini dengan mengingat firman Allah SWT.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."

— QS. Al-Ma'idah: 2

Ayat ini mengajarkan kita bahwa dalam kebaikan, kita harus saling bekerja sama dan tolong-menolong. Nah, hari ini kita akan mempraktikkan nilai ini dalam kegiatan lomba beregu. Setiap regu harus kompak, saling membantu, dan bekerja sama agar bisa meraih kemenangan bersama.

Anak-anak, tahukah kalian mengapa setiap tanggal 17 Agustus kita selalu mengadakan lomba-lomba seru seperti ini? Lomba bukan sekadar bersenang-senang, tapi punya makna yang dalam, lho!

  • 🔥 Semangat berkorban — sama seperti para pahlawan yang rela berkorban untuk kemerdekaan bangsa, dalam lomba kita belajar berusaha keras dan tidak menyerah.
  • 🤝 Kerja sama — kemerdekaan diraih bukan oleh satu orang saja, melainkan oleh seluruh rakyat Indonesia yang bersatu padu. Begitu pula dalam lomba beregu.
  • ❤️ Cinta tanah air — dengan mengikuti lomba kemerdekaan dengan gembira, kita menunjukkan rasa syukur dan cinta kepada Indonesia.
🎈

1. Estafet Balon

  1. Setiap regu berbaris berbanjar ke belakang.
  2. Pemain paling depan berlari mengambil balon.
  3. Pemain tersebut kembali ke barisan, lalu meletakkan balon di antara punggung pemain pertama dan perut pemain kedua.
  4. Kedua pemain bergerak cepat sambil menjaga agar balon tidak jatuh.
  5. Permainan berlanjut hingga seluruh anggota regu mendapat giliran.
  6. Regu yang paling cepat menyelesaikan estafet tanpa menjatuhkan balon menjadi pemenangnya.
🥤

2. Memindahkan Cup dengan Karet

  1. Para pemain berdiri mengelilingi tumpukan cup (gelas plastik).
  2. Setiap pemain memegang seutas tali yang terhubung ke sebuah karet gelang.
  3. Dengan menarik karet dari berbagai arah secara kompak, pemain mengangkat dan memindahkan cup satu per satu.
  4. Ada lima cup yang harus dipindahkan ke tempat yang ditentukan.
  5. Regu yang paling cepat memindahkan seluruh cup menjadi pemenangnya.
Poster Pembagian Tim Lomba HUT RI ke-81 Kelas 2 Zaid bin Tsabit

🎈 Estafet Balon
(Regu Perempuan)

Lubna, Naku, Qalesya, Shanum, Medina, Qiara, Shareefa, Elvira

🥤 Memindahkan Cup
(Regu Perempuan)

Adina, Aqila, Arumi, Ayesha, Mahika, Khaira, Nadhifa, Lubna

🥤 Memindahkan Cup
(Regu Laki-laki)

El, Shaka, Rakaan, Salman, Juan, Kenan, Hanan

🎈 Estafet Balon
(Regu Laki-laki)

Fatih, Diego, Faiq, Hanan, Faiz, Khabib, Rayyan

🤝

Kerja sama tim

🏃

Kelincahan & koordinasi gerak

🧘

Kesabaran & ketelitian

🏅

Sportivitas

Anak-anak hebat, mari kita ikuti lomba hari ini dengan semangat sportif, penuh kekompakan, dan rasa cinta kepada tanah air Indonesia. Ingatlah, yang terpenting bukan hanya menang, tetapi bagaimana kita bekerja sama dan saling mendukung teman satu regu.

SEMANGAT!
KERJA SAMA!
JAYA!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 🇮🇩

Minggu, 09 Agustus 2026

KELAS 2 MATERI MATEMATIKA, SENIN 10 AGUSTUS 2026

 Hari/ Tanggal     : Senin / 10 Agustus 2026

Kelas                  : Kelas 2 Zaid Bin Tsabit

Mata Pelajaran   : Matematika

Materi Ajar     : Bilangan cacah sampai dengan 50



🔢 Membandingkan Bilangan Sampai 50

Matematika • Kelas 2 • Bilangan Cacah


🤲 Yuk, Berdoa Dulu!

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama-sama supaya ilmu yang kita pelajari hari ini bermanfaat ya, Anak Sholih dan Sholihah.

رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا

"Rabbi zidnii 'ilmaa, warzuqnii fahmaa"

Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berikanlah aku pemahaman yang baik."

📖 Renungan Al-Qur'an: QS. Maryam Ayat 93-94

اِنْ كُلُّ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ اِلَّآ اٰتِى الرَّحْمٰنِ عَبْدًا

"In kullu man fis-samaawaati wal-ardli illaa aatir-rahmaani 'abdaa"

Artinya: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." (QS. Maryam: 93)

لَقَدْ اَحْصٰىهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا

"Laqad ahshaahum wa 'addahum 'addaa"

Artinya: "Sungguh, Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitungnya dengan teliti." (QS. Maryam: 94)

💡 Kaitan dengan pelajaran hari ini: Subhanallah! Allah SWT saja menghitung setiap makhluk-Nya satu per satu dengan sangat teliti, tidak ada yang terlewat sedikit pun. Nah, hari ini kita juga akan belajar menghitung dan membandingkan bilangan dengan teliti, supaya kita tahu mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak. Ayo kita belajar dengan teliti seperti Allah yang Maha Teliti!


1️⃣ Membandingkan Banyak Benda

Sebelum mengenal simbol, kita lihat dulu contoh dua kumpulan benda berikut ini.

Kelompok AKelompok B8 buah apel5 buah apel8 lebih banyak daripada 55 lebih sedikit daripada 8

Coba perhatikan gambar di atas. Kelompok A memiliki 8 buah apel, sedangkan Kelompok B memiliki 5 buah apel. Karena 8 lebih besar daripada 5, maka kita katakan Kelompok A lebih banyak daripada Kelompok B, dan Kelompok B lebih sedikit daripada Kelompok A.

Cara membandingkannya mudah, yaitu dengan menghitung jumlah benda pada setiap kelompok, lalu melihat bilangan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama besar.


2️⃣ Mengenal Simbol Perbandingan

Dalam matematika, untuk membandingkan dua bilangan, kita tidak perlu menulis kalimat panjang. Kita cukup menggunakan simbol berikut ini:

>lebih dari
<kurang dari
=sama dengan

Cara mudah mengingatnya: bayangkan simbol > dan < seperti mulut buaya yang lapar. Mulut buaya akan selalu menghadap dan "memakan" ke arah bilangan yang lebih besar! 🐊


3️⃣ Cara Menggunakan Simbol Perbandingan

Untuk membandingkan dua bilangan sampai 50, kita bisa mengikuti langkah berikut:

Langkah 1: Perhatikan angka puluhan terlebih dahulu. Bilangan dengan angka puluhan lebih besar berarti nilainya lebih besar.

Langkah 2: Jika angka puluhannya sama, bandingkan angka satuannya.

Langkah 3: Tulis simbol yang sesuai di antara dua bilangan tersebut.

Contoh 1: Bandingkan 24 dan 41

Angka puluhan 24 adalah 2, sedangkan angka puluhan 41 adalah 4. Karena 4 lebih besar dari 2, maka 41 lebih besar dari 24.

Ditulis: 24 < 41 (dibaca: 24 kurang dari 41)

Contoh 2: Bandingkan 38 dan 35

Angka puluhan sama-sama 3, jadi kita bandingkan angka satuannya. Angka satuan 38 adalah 8, dan angka satuan 35 adalah 5. Karena 8 lebih besar dari 5, maka 38 lebih besar dari 35.

Ditulis: 38 > 35 (dibaca: 38 lebih dari 35)

Contoh 3: Bandingkan 20 dan 20

Kedua bilangan memiliki angka puluhan dan satuan yang sama persis, artinya nilainya sama besar.

Ditulis: 20 = 20 (dibaca: 20 sama dengan 20)


4️⃣ Ayo Berlatih!

Isilah titik-titik di bawah ini dengan simbol >, <, atau = yang tepat!

  1. 15 ... 27 Mudah
  2. 42 ... 42 Mudah
  3. Kelas 2A memiliki 33 buku cerita, sedangkan Kelas 2B memiliki 29 buku cerita. Bandingkan banyak buku kedua kelas tersebut! Sedang
  4. Ibu membeli 18 apel dan 45 jeruk. Bandingkan banyak apel dan jeruk yang dibeli Ibu! Sedang
  5. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil ke terbesar: 37, 19, 46, 8 Sulit

🔑 Kunci Jawaban

  1. 15 < 27 (15 kurang dari 27)
  2. 42 = 42 (42 sama dengan 42)
  3. 33 > 29, artinya buku Kelas 2A lebih banyak daripada Kelas 2B
  4. 18 < 45, artinya jeruk yang dibeli Ibu lebih banyak daripada apel
  5. Urutan dari terkecil ke terbesar: 8, 19, 37, 46

📝 Kesimpulan

  • Membandingkan bilangan artinya menentukan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama besar.
  • Simbol > artinya "lebih dari", < artinya "kurang dari", dan = artinya "sama dengan".
  • Cara membandingkan: lihat dulu angka puluhannya, jika sama baru lihat angka satuannya.
  • Sama seperti Allah yang teliti menghitung setiap makhluk-Nya, kita juga harus teliti saat membandingkan bilangan.